Kembali ke Artikel

Penutup Atap: Genteng Keramik, Beton, atau Bitumen (Aspal)?

Atap adalah "mahkota" rumah yang melindungi Anda dari panas dan hujan seumur hidup. Jangan salah pilih material yang bikin rumah panas atau bocor. Simak perbandingan 3 genteng paling populer di Indonesia.

Pemasangan Genteng Keramik Glazur

Genteng Keramik Berglazur (Glazed) masih menjadi favorit karena warnanya yang awet puluhan tahun dan efektif memantulkan panas.

Memilih genteng seringkali membingungkan. Ada yang murah tapi berisik, ada yang mahal tapi butuh rangka atap khusus. Di iklim tropis Indonesia, atap harus mampu menahan curah hujan tinggi (anti bocor) dan paparan sinar UV yang menyengat (anti panas).

Mari kita bedah 3 jenis genteng yang paling sering digunakan pada hunian kelas menengah hingga mewah: Keramik, Beton, dan Bitumen.

Aturan Kemiringan Atap (Slope)

Setiap jenis genteng punya syarat kemiringan minimal agar air tidak tampias (balik arah) saat hujan angin:
Genteng Keramik/Beton: Min. 30 derajat.
Genteng Bitumen: Bisa landai hingga 15 derajat.
Genteng Metal/Spandek: Bisa sangat landai (5-10 derajat).
Jangan memaksakan genteng keramik di atap landai, pasti bocor!

1. Genteng Keramik (Glazed Roof Tile)

Terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu ekstrem (seperti keramik lantai) dan dilapisi glazur (lapisan kaca). Merek populer: Kanmuri, M-Class, KIA.

Kelebihan:

Kekurangan:

2. Genteng Beton (Concrete Tile)

Terbuat dari campuran pasir, semen, dan pigmen warna yang dicetak dengan tekanan tinggi (press). Merek populer: Monier, CISangkan.

Kelebihan:

Kekurangan:

3. Genteng Bitumen (Aspal)

Terbuat dari lapisan aspal, serat selulosa/fiberglass, dan batuan granual. Bentuknya lembaran fleksibel. Merek populer: Onduline, GAF, CTI.

Kelebihan:

Kekurangan:

Jangan Lupakan Aluminium Foil!

Apapun genteng yang Anda pilih, Aluminium Foil (Insulasi Atap) adalah wajib hukumnya. Pasang di bawah reng. Fungsinya ada dua: (1) Memantulkan panas matahari hingga 95%, dan (2) Mencegah air tampias menetes ke plafon jika genteng bocor.

Tabel Perbandingan Singkat

Aspek Genteng Keramik Genteng Beton Genteng Bitumen
Penahan Panas Sangat Baik (Adem) Cukup Kurang (Menyerap Panas)
Ketahanan Warna Abadi (Glazur) Pudar (5-10 thn) Awet (Batuan Alami)
Peredam Suara Baik Baik Sangat Baik (Senyap)
Beban Rangka Berat Sangat Berat Ringan (Tapi butuh triplek)

Atap Bocor atau Mau Ganti Baru?

Atap adalah investasi sekali seumur hidup. Jangan sampai salah hitung struktur rangka baja ringan yang bisa berakibat atap ambruk. Batara Creative Construction menyediakan jasa bongkar pasang atap, instalasi baja ringan bergaransi, dan perbaikan kebocoran.

Survey Atap Gratis

Kesimpulan

Jika Anda menginginkan rumah yang adem, mewah, dan bebas perawatan warna, Genteng Keramik adalah raja. Jika Anda menyukai gaya modern minimalis dengan budget lebih efisien, Genteng Beton Flat adalah pilihan tepat. Namun, jika Anda memiliki desain atap yang unik/lengkung atau ingin mengurangi beban gempa, Bitumen adalah solusinya.

Bagikan Artikel Ini