Memilih genteng seringkali membingungkan. Ada yang murah tapi berisik, ada yang mahal tapi butuh rangka atap khusus. Di iklim tropis Indonesia, atap harus mampu menahan curah hujan tinggi (anti bocor) dan paparan sinar UV yang menyengat (anti panas).
Mari kita bedah 3 jenis genteng yang paling sering digunakan pada hunian kelas menengah hingga mewah: Keramik, Beton, dan Bitumen.
Aturan Kemiringan Atap (Slope)
Setiap jenis genteng punya syarat kemiringan minimal agar air tidak tampias (balik arah) saat hujan angin:
• Genteng Keramik/Beton: Min. 30 derajat.
• Genteng Bitumen: Bisa landai hingga 15 derajat.
• Genteng Metal/Spandek: Bisa sangat landai (5-10 derajat).
Jangan memaksakan genteng keramik di atap landai, pasti bocor!
1. Genteng Keramik (Glazed Roof Tile)
Terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu ekstrem (seperti keramik lantai) dan dilapisi glazur (lapisan kaca). Merek populer: Kanmuri, M-Class, KIA.
Kelebihan:
- Warna Abadi: Lapisan glazur dibakar menyatu dengan badan genteng, sehingga warna tidak akan pudar seumur hidup.
- Adem (Penahan Panas): Tanah liat adalah isolator panas alami yang sangat baik. Rumah terasa sejuk.
- Interlock System: Sistem kuncian antar genteng sangat rapat, meminimalisir tampias.
Kekurangan:
- Berat: Bobotnya cukup berat (sekitar 40-50 kg/m²), membutuhkan rangka atap baja ringan yang rapat dan kuat.
- Rapuh: Bisa pecah jika terinjak saat maintenance AC atau antena.
- Harga: Relatif mahal dibanding genteng beton atau metal.
2. Genteng Beton (Concrete Tile)
Terbuat dari campuran pasir, semen, dan pigmen warna yang dicetak dengan tekanan tinggi (press). Merek populer: Monier, CISangkan.
Kelebihan:
- Sangat Kuat: Tahan injak dan benturan. Semakin lama terkena hujan/panas, beton semakin keras.
- Bentuk Presisi: Karena dicetak mesin, dimensinya sangat akurat dan tidak melenting, sehingga susunan atap terlihat sangat rapi.
- Model Flat: Populer untuk rumah gaya minimalis modern kotak-kotak.
Kekurangan:
- Warna Bisa Pudar: Karena hanya cat permukaan, warna genteng beton akan memudar dalam 5-10 tahun dan perlu dicat ulang.
- Berlumut: Jika lapisan cat hilang, pori-pori beton bisa menyerap air dan tumbuh lumut.
- Paling Berat: Membutuhkan struktur rangka atap terkuat dibanding jenis lain.
3. Genteng Bitumen (Aspal)
Terbuat dari lapisan aspal, serat selulosa/fiberglass, dan batuan granual. Bentuknya lembaran fleksibel. Merek populer: Onduline, GAF, CTI.
Kelebihan:
- Sangat Ringan: Bobotnya hanya sekitar 10 kg/m². Sangat aman untuk daerah rawan gempa karena mengurangi beban atas bangunan.
- Kedap Suara: Aspal meredam suara hujan dengan sangat baik. Tidak berisik seperti genteng metal/seng.
- Fleksibel: Bisa mengikuti bentuk atap yang rumit (lengkung, kubah, curam).
Kekurangan:
- Biaya Struktur Mahal: Genteng ini lembek, jadi WAJIB dipasang di atas alas papan Multiplek/GRC Board penuh (full decking). Biaya multiplek ini seringkali lebih mahal dari gentengnya sendiri.
- Pemasangan Rumit: Butuh tukang spesialis. Jika salah pasang (kurang paku/lem), bisa terbang terbawa angin kencang.
- Tampilan Flat: Kurang memberi kesan "megah" dibanding genteng keramik yang bergelombang tinggi.
Jangan Lupakan Aluminium Foil!
Apapun genteng yang Anda pilih, Aluminium Foil (Insulasi Atap) adalah wajib hukumnya. Pasang di bawah reng. Fungsinya ada dua: (1) Memantulkan panas matahari hingga 95%, dan (2) Mencegah air tampias menetes ke plafon jika genteng bocor.
Tabel Perbandingan Singkat
| Aspek | Genteng Keramik | Genteng Beton | Genteng Bitumen |
|---|---|---|---|
| Penahan Panas | Sangat Baik (Adem) | Cukup | Kurang (Menyerap Panas) |
| Ketahanan Warna | Abadi (Glazur) | Pudar (5-10 thn) | Awet (Batuan Alami) |
| Peredam Suara | Baik | Baik | Sangat Baik (Senyap) |
| Beban Rangka | Berat | Sangat Berat | Ringan (Tapi butuh triplek) |
Atap Bocor atau Mau Ganti Baru?
Atap adalah investasi sekali seumur hidup. Jangan sampai salah hitung struktur rangka baja ringan yang bisa berakibat atap ambruk. Batara Creative Construction menyediakan jasa bongkar pasang atap, instalasi baja ringan bergaransi, dan perbaikan kebocoran.
Survey Atap GratisKesimpulan
Jika Anda menginginkan rumah yang adem, mewah, dan bebas perawatan warna, Genteng Keramik adalah raja. Jika Anda menyukai gaya modern minimalis dengan budget lebih efisien, Genteng Beton Flat adalah pilihan tepat. Namun, jika Anda memiliki desain atap yang unik/lengkung atau ingin mengurangi beban gempa, Bitumen adalah solusinya.