Kembali ke Artikel

Jenis-Jenis Pondasi dan Kapan Menggunakannya

Pondasi adalah kaki bangunan Anda. Salah memilih jenis pondasi bisa berakibat fatal seperti dinding retak atau bangunan miring. Kenali jenisnya sesuai kondisi tanah.

Konstruksi Pondasi Cakar Ayam

Pembesian pondasi Footplate (Cakar Ayam) yang benar menentukan kekuatan struktur rumah bertingkat.

Pondasi adalah elemen paling krusial dalam konstruksi bangunan. Sebagai penopang seluruh beban bangunan, pemilihan jenis pondasi yang tepat akan menentukan kekuatan, stabilitas, dan umur bangunan Anda. Biaya pondasi bisa memakan 15-25% dari total anggaran, jadi pastikan Anda memilih dengan benar.

Fatal Error

Jangan pernah membangun pondasi tanpa mengetahui kondisi tanah! Tanah bekas sawah, tanah urugan baru, atau tanah rawa membutuhkan perlakuan khusus. Memaksakan pondasi batu kali di tanah lunak adalah resep bencana.

1. Pondasi Batu Kali (Pondasi Menerus)

Ini adalah pondasi konvensional yang paling umum untuk rumah 1 lantai.

2. Pondasi Footplate (Cakar Ayam)

Pondasi beton bertulang berbentuk telapak yang diletakkan di bawah kolom-kolom utama.

3. Pondasi Tiang Pancang (Mini Pile)

Tiang beton yang dipukul masuk ke dalam tanah sampai mencapai lapisan tanah keras (tanah cadas).

4. Pondasi Bore Pile (Strauss Pile)

Mirip tiang pancang, tapi dibuat dengan cara mengebor tanah dulu, memasukkan besi, lalu dicor di tempat.

Tips dari Engineer

Sebelum membangun, lakukan Tes Sondir (Soil Test). Biayanya relatif murah dibandingkan risiko bangunan roboh. Tes ini akan memberitahu di kedalaman berapa meter letak tanah keras, sehingga kita bisa menentukan jenis dan kedalaman pondasi yang presisi.

Ragu dengan Struktur Rumah?

Tim engineer Batara Creative Construction siap membantu melakukan perhitungan struktur dan sondir tanah. Kami memastikan pondasi rumah Anda kuat, efisien, dan sesuai standar SNI.

Konsultasi Struktur Gratis

Bagikan Artikel Ini