Banyak orang salah kaprah mengira bahwa AC (Air Conditioner) berfungsi memasukkan udara segar dari luar. SALAH BESAR. AC tipe split hanya memutar udara yang sama di dalam ruangan secara terus menerus sambil mendinginkannya.
Jika ruangan tertutup rapat 24 jam, kadar Oksigen (O2) akan menipis dan Karbondioksida (CO2) hasil napas kita menumpuk. Hasilnya? Badan lemas, mudah mengantuk, dan jamur tumbuh subur di dinding karena lembab. Inilah yang disebut Sick Building Syndrome.
Solusi 1: Cross Ventilation (Alami)
Rumah yang sehat harus bisa "bernapas". Caranya dengan ventilasi silang.
- Prinsip: Harus ada jalur masuk (Inlet) dan jalur keluar (Outlet) yang berseberangan. Angin tidak akan mau masuk jika tidak ada jalan keluarnya.
- Desain: Jendela bukaan besar di sisi Utara/Selatan, atau penggunaan ventilasi boven di atas pintu.
Solusi 2: Exhaust Fan (Mekanis)
Di lahan sempit perkotaan di mana rumah berdempet tembok tetangga, ventilasi alami seringkali mustahil. Di sinilah Exhaust Fan menjadi pahlawan. Alat ini memaksa udara kotor/panas keluar dan menciptakan tekanan negatif agar udara segar masuk dari celah lain.
Jenis Exhaust Fan Berdasarkan Lokasi:
| Tipe | Cara Kerja | Area Terbaik |
|---|---|---|
| Wall Mount (Dinding) | Membuang udara langsung ke luar tembok (samping/belakang). | Dapur, Kamar Tidur yang punya tembok luar. |
| Ceiling Mount (Plafon) | Menyedot udara ke atas plafon. Butuh pipa (ducting) untuk buang ke luar atap. | Kamar Mandi apartemen/ruko, Toilet tengah rumah. |
| Window Mount (Kaca) | Dipasang memotong kaca jendela. | Kantor, Ruang Tamu. |
Rumus Menghitung Kebutuhan Exhaust (ACH)
Jangan asal beli ukuran! Exhaust fan punya kapasitas sedot (CMH: Cubic Meter per Hour). Kita harus sesuaikan dengan volume ruangan.
Rumus Teknik Batara
Kapasitas (CMH) = Volume Ruangan (m³) x ACH
Standar ACH (Air Changes per Hour):
• Kamar Tidur: 2 - 4 kali/jam
• Dapur: 10 - 15 kali/jam
• Kamar Mandi: 10 - 15 kali/jam
Contoh: Kamar mandi ukuran 2x2x3 meter (Volume 12 m³). Maka butuh exhaust dengan kekuatan: 12 x 15 = 180 CMH.
Cari di kardus exhaust fan angka CMH/CFM yang sesuai.
Pentingnya Cooker Hood di Dapur
Exhaust fan dinding biasa seringkali tidak cukup untuk dapur, karena minyak (grease) akan menempel di baling-baling dan motor, membuatnya cepat rusak.
- Gunakan Cooker Hood: Alat ini punya filter aluminium/karbon untuk menyaring minyak sebelum udara dibuang.
- Pipa Ducting: Pastikan asap masakan dibuang keluar rumah lewat pipa fleksibel, jangan hanya diputar kembali di dalam dapur (kecuali tipe resirkulasi karbon aktif yang rajin diganti).
Plafon Kamar Mandi Hitam?
Jika plafon gypsum kamar mandi Anda sering berjamur hitam bintik-bintik, itu tandanya uap air mandi tidak terbuang sempurna. Pasang Ceiling Exhaust Fan tepat di atas area shower untuk menyedot uap panas langsung ke sumbernya sebelum menyebar ke plafon.
Rumah Anda Terasa Pengap?
Jangan biarkan keluarga Anda menghirup udara daur ulang yang tidak sehat. Tim MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) Batara Creative Construction siap merancang sistem sirkulasi udara, instalasi exhaust fan tanam plafon (ducting), dan bobok dinding yang rapi.
Konsultasi VentilasiKesimpulan
Rumah yang mewah bukan hanya soal marmer mahal atau lampu kristal, tapi soal kualitas udara yang kita hirup setiap detik. Investasi pada sistem sirkulasi udara yang baik (Jendela & Exhaust) jauh lebih murah daripada biaya berobat ke dokter paru-paru.