Lantai keramik putih polos sudah mulai ditinggalkan oleh desain interior modern. Tren saat ini beralih ke nuansa natural (kayu atau batu) yang memberikan kesan hangat, homey, dan mewah.
Namun, menggunakan kayu asli (parket solid) memiliki banyak kendala: harga sangat mahal, perawatan ribet (harus di-coating rutin), dan musuh utamanya adalah rayap. Muncullah dua inovasi material sintetis yang menjadi primadona: Lantai Vinyl dan SPC (Stone Polymer Composite).
Serupa Tapi Tak Sama
Secara kasat mata, Vinyl dan SPC terlihat sama persis (motif kayu). Namun secara struktur, ketahanan, dan harga, keduanya sangat berbeda. Salah pilih material untuk area yang salah (misalnya area lembab) bisa membuat lantai Anda melengkung atau copot dalam hitungan bulan.
1. Lantai Vinyl (PVC Flooring)
Terbuat dari bahan PVC (karet sintetis). Sifatnya lentur, empuk, dan tipis (biasanya 2mm - 3mm).
- Cara Pasang: Menggunakan LEM (Glue-down). Ada yang perlu dioles lem kuning, ada juga yang model stiker (sudah ada perekatnya).
- Kelebihan: Paling murah, terasa hangat dan empuk di kaki (cocok untuk kamar tidur anak), tidak berisik saat diinjak.
- Kekurangan:
- Tidak tahan air tergenang (lem bisa lepas).
- Mudah sobek jika terkena geseran furniture berat.
- Jika keramik di bawahnya bergelombang, vinyl akan mengikuti bentuk gelombang tersebut (jiplak).
2. Lantai SPC (Stone Polymer Composite)
Ini adalah versi upgrade dari vinyl. Terbuat dari campuran bubuk batu kapur (Stone) dan plastik polimer. Sifatnya kaku, keras, dan tebal (biasanya 4mm - 6mm).
- Cara Pasang: Sistem Klik (Click-lock). Tidak pakai lem sama sekali! Antar lembaran saling mengunci seperti puzzle.
- Kelebihan:
- 100% Tahan Air: Bisa dipasang di area dapur kering.
- Stabil: Tidak memuai atau menyusut karena cuaca panas/dingin.
- Durable: Tahan goresan dan benturan lebih baik daripada vinyl.
- Perataan: Bisa menyamarkan sedikit gelombang pada lantai dasar karena bahannya kaku.
- Kekurangan: Harga lebih mahal dari vinyl, dan terasa lebih keras/dingin di kaki dibanding vinyl.
Perbandingan Biaya (Estimasi)
Catatan: Harga material saja, belum termasuk jasa pasang.
- Vinyl Stiker (Tipis): Rp 50.000 - Rp 80.000 / m²
- Vinyl Roll/Plank (Lem): Rp 100.000 - Rp 150.000 / m²
- SPC (4mm - 5mm): Rp 180.000 - Rp 300.000 / m²
Syarat Mutlak: Lantai Dasar Harus RATA!
Ini adalah rahasia instalasi yang sering disembunyikan penjual material. Baik Vinyl maupun SPC menuntut lantai dasar yang Rata (Flat), bukan sekadar datar (Level).
Masalah Nat Keramik
Jika Anda memasang Vinyl tipis (2mm) langsung di atas keramik lama yang nat-nya cekung dalam, lama-kelamaan vinyl akan "amblas" mengikuti garis nat keramik (efek telegraphing). Hasilnya lantai terlihat bergaris-garis kotak seperti keramik di bawahnya. Jelek sekali!
Untuk SPC, jika lantai dasar tidak rata (bergelombang), sistem klik-nya akan mudah patah saat diinjak, menyebabkan lantai berbunyi "ceklek-ceklek" atau bahkan renggang.
Solusi Profesional: Self-Leveling / Screeding
Sebelum pasang, lantai dasar harus dipersiapkan:
- Kompon Nat: Menutup nat keramik lama agar rata dengan permukaan.
- Screeding Ulang: Jika lantai acian semen sangat bergelombang, harus diratakan ulang.
- Foam Underlayer: Untuk SPC, wajib pakai lapisan busa (foam) di bawahnya untuk meredam suara dan menoleransi sedikit ketidakrataan.
Terima Beres Instalasi Lantai
Jangan ambil risiko pasang sendiri (DIY) dan berakhir dengan lantai yang menggelembung atau nat terbuka. Batara Creative Construction menyediakan layanan pengadaan dan pemasangan Vinyl/SPC dengan prosedur floor preparation yang benar. Lantai dijamin rata, presisi, dan awet tahunan.
Minta Penawaran HargaKesimpulan
Jika Anda penyewa kost/kontrakan dan ingin renovasi murah sementara, Vinyl Stiker adalah pilihan tepat. Tapi jika ini adalah rumah pribadi jangka panjang, kami sangat menyarankan investasi ke SPC Flooring. Daya tahannya yang superior dan tampilannya yang mewah akan menaikkan value interior rumah Anda secara signifikan.