Kembali ke Artikel

Alternatif Kayu Eksterior: Mengenal Conwood dan WPC

Ingin tampilan rumah nuansa kayu yang hangat tapi takut lapuk dimakan hujan dan rayap? Saatnya beralih ke kayu sintetis. Simak perbandingan Conwood (Semen) vs WPC (Plastik) agar tidak salah aplikasi.

Decking WPC Kolam Renang

Penggunaan WPC Decking di area kolam renang memberikan kesan mewah, anti slip, dan tahan terhadap cipratan air klorin.

Kayu asli (solid wood) memang indah, tapi untuk eksterior di iklim tropis Indonesia, perawatannya adalah mimpi buruk. Kayu Ulin atau Bengkirai yang tahan air harganya selangit dan semakin langka. Solusinya? Kayu Sintetis (Artificial Wood).

Ada dua pemain utama di pasar kayu sintetis: Conwood/KalsiPlank (berbasis semen) dan WPC (berbasis plastik). Keduanya tampak mirip dari jauh, tapi sifat fisiknya sangat berbeda.

1. Conwood (Cellulose Fibre Cement)

Sering disebut "kayu semen". Terbuat dari campuran semen portland (70%) dan serat selulosa (30%).

Karakteristik:

Aplikasi Terbaik Conwood

Conwood sangat cocok untuk Dinding (Wall Cladding), Lisplang Atap, dan Pagar. Kurang disarankan untuk lantai pinggir kolam (decking) karena jika sering basah dan catnya menipis, bisa menjadi lembab dan berjamur.

2. WPC (Wood Plastic Composite)

Terbuat dari campuran serbuk kayu (60%) dan biji plastik polimer (40%) yang dipanaskan dan dicetak.

Karakteristik:

Aplikasi Terbaik WPC

WPC adalah raja untuk Lantai Outdoor (Decking), terutama di area basah seperti pinggir kolam renang atau teras taman. Sifatnya yang anti slip dan 100% tahan air membuatnya jauh lebih unggul dari Conwood untuk diinjak.

Tabel Perbandingan Head-to-Head

Fitur Conwood (Semen) WPC (Plastik)
Bahan Dasar Semen + Serat Serbuk Kayu + Plastik
Ketahanan Air Baik (Asal cat bagus) Sangat Baik (100%)
Perawatan Perlu cat ulang (2-3 thn) Minim (Cuci air saja)
Tampilan Natural (seperti kayu) Modern (rapi & presisi)
Harga Material Lebih Terjangkau Lebih Mahal (Premium)

Teknik Pemasangan yang Benar

Banyak kasus decking WPC melengkung atau Conwood retak bukan karena bahannya jelek, tapi karena Pemasangan Salah.

  1. Jarak Rangka (Joist): Untuk lantai, jarak rangka besi hollow di bawahnya maksimal 30-35 cm. Jika lebih dari itu, bahan akan melendut saat diinjak.
  2. Celah Pemuaian (Expansion Gap): Wajib beri jarak 3-5 mm antar lembaran (nat). Material ini memuai saat panas siang hari. Jika dipasang terlalu rapat, lantai akan saling dorong dan meledak ke atas (buckling).
  3. Sistem Klip vs Sekrup: WPC biasanya menggunakan sistem klip (hidden screw) sehingga permukaan mulus tanpa kepala sekrup. Conwood harus disekrup dari atas, lalu didempul agar rapi.

Jangan Lupa Rangka!

Jangan pernah menempel WPC atau Conwood langsung ke tanah! Harus ada rangka (bisa besi hollow galvanis atau rangka alumunium) untuk sirkulasi udara dan aliran air di bawahnya. Kelembaban yang terperangkap di tanah bisa merusak struktur rangka.

Percantik Eksterior Rumah Anda!

Ingin fasad kayu yang mewah atau pool deck yang aman? Batara Creative Construction berpengalaman memasang ribuan meter persegi Conwood dan WPC dengan teknik rangka yang presisi dan finishing cat tahan cuaca.

Pesan Jasa Pasang

Kesimpulan

Pilih Conwood jika Anda ingin aplikasi dinding/plafon dengan tampilan natural kayu yang bisa dicat ulang sesuai selera. Pilih WPC jika Anda butuh lantai outdoor (decking) yang tahan banting, anti air, dan minim perawatan seumur hidup.

Bagikan Artikel Ini